Cara Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Anak di Era Digital

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sangat penting bagi orang tua untuk mengenalkan si kecil mengenai hari besar nasional, termasuk Harkitnasagak kelak memiliki nilai nasionalisme dalam dirinya.

Jiwa nasionalisme generasi muda perlu dibentuk sejak dini, mengingat di era digital saat ini sudah mengutamakan modernitas dan cenderung individualis. Oleh karena itu, Sahabat Sehat bisa melakukan beberapa hal ini untuk mengembalikan semangat juang generasi muda.

melatih rasa nasionalisme pada anak
Foto: Pexels.com

Mengenalkan Hari Kebangkitan Nasional

Lahir dan hidup di era modern, membuat si kecil mudah terpapar budaya asing, mulai dari kebiasaan, musik, buku cerita, film, dan lainnya. Kondisi ini hendaknya segera direspon dengan memberikan pendidikan moral sebagai dasar berperilaku agar tetap sesuai norma yang ada di tempat tinggalnya.

Bangsa Indonesia yang kaya keanekaragaman, namun tetap bersatu, merupakan kekuatan terbesar yang harus dipertahankan. Identitas bangsa Indonesia dengan semangat persatuan, cinta tanah air, budaya toleransi, saling menghargai, dan semangat juang tinggi, dapat ditanamkan dengan mengenalkan Hari Kebangkitan Nasional.

Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan berdasarkan berdirinya organisasi Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908.  Organisasi ini aktif bergerak di berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, dan kebudayaan, tanpa melibatkan politik. Anggotanya adalah para cendekiawan pulau Jawa yang terpelajar. Kamu bisa menjelaskan jasa para pahlawan dan sikap yang perlu diteladani.

Cara Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Anak

Tujuan nasionalisme adalah menjamin kemauan dan kekuatan masyarakat untuk selalu siap memajukan eksistensi negaranya. Kerukunan dalam kehidupan bernegara juga tercipta jika setiap generasinya mampu memaknai kemerdekaan dengan kegiatan positif. Bagaimana cara menumbuhkan jiwa nasionalisme anak di era digital?

Mengenalkan Sejarah Indonesia dengan Teknologi

Menanamkan jiwa nasionalisme pada anak tidaklah sulit. Pengenalan sejarah Indonesia sejak dini disertai bukti perjuangannya bisa menarik keingintahuan anak. Kamu bisa memulainya dengan menceritakan perjuangan beberapa pahlawan dan mengetahui cerita lengkapnya dengan sesuai perkembangan teknologi agar lebih menarik. Misalnya melalui video interaksi atau e-book.

Di samping sejarah Indonesia, anak perlu mengetahui identitas negara, meliputi lambang negara Indonesia (Garuda Pancasila), bendera dan filosofi warnanya, semboyan negara (Bhinneka Tunggal Ika), dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke juga perlu dikenalkan sebagai bukti betapa luasnya wilayah negara, namun tetap bersatu sebagai negara yang berdaulat.

anak museum
Foto: Pexels.com

Mengenalkan Budaya Indonesia

Pengetahuan berikutnya adalah keragaman budaya yang meliputi berbagai suku bangsa dengan keindahan perbedaan bahasa, rumah adat, pakaian, dan upacara adat. Kekayaan budaya ini dapat membangkitkan rasa bangga anak terhadap negaranya. Semua pembelajaran akan lebih melekat jika diberikan visualisasinya dengan mengunjungi museum bersejarah, seperti Museum Nasional, Museum Proklamasi, dan Museum Sumpah Pemuda.

Bernyanyi bersama si kecil tentu sangat mengasyikkan, bukan? Sahabat Sehat bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air si kecil dengan mengajaknya bernyanyi lagu daerah dan nasional.

Mencintai Produk Indonesia

Sebagai generasi penerus bangsa, sebaiknya anak dilatih untuk mencitai produk dalam negeri. Dengan demikian, setiap karya anak bangsa akan laku dan mampu bersaing di mancanegara. Ini akan menjadi bukti kemajuan sebuah bangsa.

Itulah berbagai upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme pada anak. Di era digital yang serba modern, seharusnya kitalah yang mengendalikan teknologi, bukan teknologi yang mengendalikan kita. Nilai nasionalisme juga harus dijunjung tinggi agar tidak mudah tergerus efek negatif modernitas.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Yuan Adelintang Kurniadita

Saya adalah mahasiswi Magister Sains Manajemen, UGM, dan sudah berpengalaman sebagai content writer freelance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Journey Blog by Crimson Themes.