Hamil Trimester 1: Segala Hal yang Penting Diketahui

Momen kehamilan awal menjadi hal yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi seorang wanita. Masa kehamilan awal dikelompokkan dengan sebutan trimester 1. Selama trimester 1 ini pula, ibu dan janin mengalami banyak perubahan terkait fisik. Tak jarang ibu hamil pun mengalami beberapa masalah kesehatan.

Bumame akan menjabarkan secara mendalam tentang hamil trimester 1, perkembangan janin dan ibu, serta apa saja keluhan yang muncul selama berada di fase tersebut.

Kapan Hamil Trimester Pertama Dimulai?

Kehamilan trimester pertama dimulai sejak Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) sampai 13 minggu atau 3 bulan setelahnya. Selama 13 minggu ini, embrio yang awalnya berasal dari sperma dan sel telur akan berkembang secara perlahan sebelum pada akhirnya akan lahir.

Masa 13 minggu awal ini juga cukup menantang bagi para wanita. Pasalnya, banyak wanita akan mengalami perubahan fisik hingga gangguan selama kehamilan. Tak jarang gangguan dan perubahan yang ada menghambat keseharian si ibu. Itu sebabnya, ibu hamil butuh dukungan moril yang cukup dari orang di sekitar.

Gangguan Selama Trimester Pertama yang Umum Dialami Ibu

gangguan selama masa kehamilan

Tubuh seorang ibu hamil akan memproduksi hormon estrogen dan jumlahnya cukup tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelum hamil. Produksi hormon estrogen yang tinggi ini akan dapat menyebabkan berbagai gejala yang membuat tidak nyaman selama kehamilan.

Berikut ini adalah beberapa gangguan lain yang dialami ibu hamil di trimester pertama:

  • Mual dan pusing, khususnya di pagi hari
  • Payudara membengkak dan terasa nyeri
  • Mengalami sembelit
  • Merasa mudah lelah
  • Sering buang air kecil karena rahim yang berkembang menekan kandung kemih
  • Kulit muncul jerawat dan cenderung jadi lebih berminyak
  • Nafas menjadi pendek

Setiap kehamilan adalah kondisi yang unik. Itu artinya, gangguan di atas belum tentu dialami dialami semua ibu hamil.

Perkembangan Janin Selama Trimester Awal

Di saat ibu mulai merasakan perubahan fisik dan kesehatan yang cukup terasa, janin di dalam kandungan akan mulai berkembang. Mayo Clinic menjelaskan tahapan perkembangan janin di trimester pertama sebagai berikut:

1. Minggu Pertama dan Kedua

Di minggu awal dan kedua, kamu belum sepenuhnya hamil tetapi sudah masuk di fase kehamilan. Masa konsepsi atau bertemunya sel telur dan sperma dimulai sekitar dua minggu pasca menstruasi terakhir.

2. Minggu Ketiga

Sperma dan sel telur akan menyatu di salah satu saluran tuba, nantinya penyatuan tersebut akan membentuk satu yang disebut zigot. Kromosom yang dimiliki oleh zigot berjumlah 46, dengan 23 kromosom dari ibu dan 23 dari ayah. Susunan kromosom dari ayah dan ibu akan menentukan jenis kelamin dan ciri fisik janin di kemudian hari.

Zigot akan berjalan menuruni tuba falopi menuju rahim setelah pembuahan dan mulai membelah lalu membentuk sekelompok sel yang disebut morula.

3. Minggu Keempat

Morula akan berubah menjadi blastokista, lalu mulai menggali ke dalam lapisan rahim (endometrium). Proses ini disebut implantasi.

Kelompok sel bagian dalam pada blastokista akan menjadi embrio. Sementara lapisan luar akan membentuk plasenta. Kegunaan plasenta ini untuk memberi makan bayi selama kehamilan.

4. Minggu Kelima

Persentase hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang diproduksi oleh blastokista meningkat dengan cepat saat minggu kelima. Kemudian, ovarium akan berhenti melepaskan sel telur lalu menghasilkan lebih banyak estrogen serta progesteron. Peningkatan kadar hormon tersebut menghentikan periode menstruasi yang dikenali sebagai tanda pertama kehamilan.

Pada minggu kelima ini pula, embrio tersusun dari beberapa lapisan:

  • Lapisan atas (ektoderm) yang akan memunculkan lapisan kulit terluar bayi, sistem saraf pusat dan perifer, mata, dan telinga bagian dalam.
  • Lapisan tengah (mesoderm) sebagai tempat terbentuknya jantung bayi, pondasi tulang, ligamen, ginjal, dan sebagian besar sistem reproduksi bayi.
  • Lapisan dalam sel (endoderm) untuk tempat paru-paru dan usus bayi akan berkembang.

5. Minggu Keenam

Tabung saraf di sepanjang punggung bayi akan menutup. Otak dan sumsum tulang belakang bayi juga akan berkembang. Kemudian, jantung dan organ lainnya akan mulai terbentuk. Dari segi struktur mata dan telinga, perkembangan pun ikut berjalan. Tubuh bayi membentuk mirip huruf “C”.

6. Minggu Ketujuh

Tahapan berikutnya, otak dan wajah bayi mulai tumbuh. Bentuk lubang hidung menjadi terlihat dan retina mulai terbentuk. Kaki dan lengan akan ikut berkembang.

7. Minggu Kedelapan

Jari sudah mulai terbentuk pada minggu kedelapan. Bibir atas dan hidung telah terbentuk. Sedangkan bentuk telinga dan mata bayi semakin jelas. Pada akhir minggu ini, panjang bayi berkisar dari 11 hingga 14 milimeter.

8. Minggu Kesembilan

Lengan dan siku akan bertumbuh. Jari kaki terlihat serta kelopak mata terbentuk. Kepala bayi pun bertambah besar. Panjang bayi kira-kira mulai dari 16 hingga 18 milimeter.

9. Minggu Kesepuluh

Kepala bayi menjadi lebih bulat dan bayi bisa menekuk sikunya. Jari menjadi lebih panjang. Kelopak mata dan telinga luar terus berkembang. Tali pusar terlihat jelas.

10. Minggu Kesebelas

Sekarang secara resmi digambarkan sebagai janin. Di minggu ini, wajah bayi akan melebar, mata terpisah, kelopak mata menyatu, dan telinga menjadi rendah.

Tunas untuk gigi masa depan ikut muncul. Sel darah merah mulai terbentuk di hati janin. Alat kelamin luar bayi juga akan mulai berkembang menjadi penis atau klitoris dan labia mayora.

11. Minggu Keduabelas

Kuku bayi tumbuh serta bentuk wajah semakin jelas. Ususnya mulai berkembang di perut. Ukuran bayi sekitar 61 milimeter dari puncak kepala hingga bokong.

Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu dan Janin

Karena progres dan perkembangan janin di awal trimester sangat krusial, ibu hamil perlu mengonsumsi berbagai macam makanan untuk memenuhi nutrisi untuk mendukung perkembangan si kecil.

Di bawah ini adalah penjelasan apa saja nutrisi yang wajib dipenuhi oleh wanita hamil:

Asam Folat

Folic acid atau lebih dikenal dengan istilah asam folat merupakan salah satu zat penting untuk perkembangan si buah hati. Asam folat ini bisa mencegah masalah terkait perkembangan otak dan sumsum tulang belakang yang menyebabkan cacat tabung saraf.

Contoh sumber asam folat alami yang bisa ibu hamil konsumsi adalah sayur-sayuran, buah sitrus, kacang polong dan lentil.

Kalsium

Janin dalam kandungan dan si ibu membutuhkan kalsium untuk memperkuat tulang dan gigi serta mendukung fungsi sistem peredaran darah, otot, dan saraf. Dosis kalsium yang diperlukan ibu hamil adalah 1000 mg per hari.

Untuk memenuhi dosis harian tersebut, konsumsilah makanan tinggi kalsium seperti brokoli, kangkung, dan sereal tinggi kalsium.

Vitamin D

Kalsium saja tidak bisa mendukung pertumbuhan tulang dan gigi yang optimal. Dibutuhkan suplai vitamin D yang cukup untuk membantu kalsium memperkuat gigi dan tulang. Vitamin D banyak ditemukan di dalam ikan tuna, kuning telur, dan minyak hati ikan kod.

Zat Besi

Tubuh menggunakan zat besi untuk membuat hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selama kehamilan, wanita membutuhkan dua kali lipat jumlah zat besi yang dibutuhkan wanita tidak hamil.

Tubuh membutuhkan zat besi ini untuk membuat lebih banyak darah guna memasok oksigen ke bayi. Sumber zat besi alami yang baik adalah daging ayam dan ikan tanpa lemak, kacang-kacangan dan sayuran.

Protein

Protein adalah nutrisi penting selama kehamilan. Di dalam protein pula, terdapat zat asam amino. Zat asam amino memainkan peran untuk mempertahankan struktur otot, kulit, dan tulang kita hingga memproduksi hormon penting untuk pertumbuhan.

Memenuhi kebutuhan protein harian juga dapat menurunkan risiko komplikasi seperti hambatan pertumbuhan janin dan kelahiran prematur.

Pantangan Ibu Saat Kehamilan Trimester Pertama

pantangan selama kehamilan

Jika ada nutrisi yang dibutuhkan seorang janin untuk berkembang optimal, maka terdapat pula beberapa zat atau jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil. Perhatikanlah uraian pantangan ibu hamil di trimester pertama:

Kafein

Kafein diserap dengan sangat cepat dan mudah masuk ke dalam plasenta. Karena bayi dan plasentanya tidak memiliki enzim utama yang dibutuhkan untuk memetabolisme kafein, kadar kafein yang tinggi dapat menumpuk.

Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan telah terbukti membatasi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah saat melahirkan.

Ikan Tinggi Merkuri

Dikarenakan pencemaran air laut yang kian marak, banyak ikan mulai terpapar zat merkuri. Zat merkuri adalah unsur yang sangat beracun bagi sistem saraf, kekebalan, dan ginjal. Merkuri dapat menyebabkan masalah perkembangan pada janin dan anak-anak.

Itulah sebabnya hindari konsumsi ikan yang terindikasi tinggi merkuri seperti ikan hiu, tuna, dan makarel selama masa kehamilan maupun menyusui. Alternatifnya, ibu hamil bisa memilih ikan air tawar untuk sementara waktu, yang mana ikan air tawar ini biasanya memiliki kadar merkuri yang cukup rendah.

Daging dan Telur Mentah

Makan daging dan telur yang dimasak kurang matang atau mentah mampu meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri, seperti toxoplasma, E. Coli, Listeria, dan Salmonella.

Bakteri tersebut dapat mengancam kesehatan si kecil, kemungkinan menyebabkan lahir mati atau penyakit saraf, kecacatan intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji identik dengan makanan rendah nutrisi namun tinggi lemak dan gula. Konsumsi makanan cepat saji bisa mengakibatkan kenaikan berat badan. Pada kasus ibu hamil, konsumsi fast food tak hanya bisa membuat lemak tubuh meningkat, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan diabetes gestasional.

Minum Alkohol

Ibu hamil tidak diperbolehkan minum minuman beralkohol, walau dalam takaran kecil. Riset memaparkan bahwa konsumsi alkohol bisa meningkatkan peluang terjadinya keguguran sampai lahir mati.

Tak hanya itu, studi lain juga menambahkan jika konsumsi alkohol akan berdampak negatif pada perkembangan otak janin.

Merokok

Setiap batang rokok yang dibakar akan melepas ribuan partikel kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Jika terhirup oleh ibu hamil, maka kimia dari asap rokok ini juga akan membahayakan perkembangan si kecil dalam kandungan maupun setelah lahir di kemudian hari.

Sayur dan Buah yang Tidak Dicuci Bersih

Permukaan buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih dapat terkontaminasi oleh bakteri, contohnya adalah toxoplasma. Bakteri toxoplasma sangat berbahaya jika terpapar oleh ibu hamil.

Sebagian besar bayi yang terinfeksi bakteri Toxoplasma saat masih dalam kandungan tidak menunjukkan gejala saat lahir. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan efek dari infeksi toxoplasma baru muncul di kemudian hari, mulai dari potensi mengalami kebutaan hingga cacat intelektual.

Susu, Keju, dan Jus Buah yang Tidak Melalui Proses Pasteurisasi

Susu, keju, dan jus buah yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung berbagai bakteri berbahaya. Semua bakteri ini dapat memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa untuk bayi yang belum lahir.

Kiat Menjaga Kesehatan Selama Kehamilan

Ibu hamil perlu menjaga kesehatannya supaya perkembangan si kecil dalam perut bisa optimal dan sang ibu sendiri pun siap menanti kehadiran buah hati.

  • Makan makanan sehat untuk memenuhi asupan nutrisi. Jika diperlukan, konsumsi vitamin dari dokter sesuai anjuran.
  • Minum air putih yang cukup guna menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mendukung perkembangan janin.
  • Berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kebugaran fisik dan mental selama kehamilan. Pilih aktivitas yang aman untuk trimester pertama, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga prenatal. Jangan lupa untuk berkonsultasi dulu dengan dokter terkait jenis olahraga apa yang aman untukmu.
  • Tidur yang berkualitas sangat penting untuk memulihkan tubuh dan energi bumil. Coba atur rutinitas tidur yang teratur dan nyaman, gunakan bantal tubuh atau bantal khusus dan cari posisi tidur yang nyaman.
  • Lakukan meditasi, berbagi cerita dengan pasangan, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mengurangi stress. Ibu hamil yang sedang stress akan membawa dampak buruk bagi perkembangan janin dan ibu.

Apakah Ibu Hamil di Awal Trimester Perlu Menjalani Pemeriksaan?

Karena trimester awal merupakan titik krusial bagi perkembangan janin, maka ibu hamil wajib memeriksakan kehamilan mereka sejak trimester pertama. Dengan begitu setiap perkembangan janin dapat dipantau dengan baik.

Beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan selama kehamilan adalah:

USG

Pemeriksaan USG (ultrasonografi) menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan kesehatan ibu hamil. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau perkembangan janin, menilai kesehatan rahim, serta mendeteksi kemungkinan masalah yang mungkin timbul selama kehamilan.

Tes TORCH

Skrining TORCH adalah serangkaian tes laboratorium yang dilakukan pada ibu hamil untuk mendeteksi infeksi yang dapat mempengaruhi perkembangan janin. Adapun infeksi yang dideteksi melalui pemeriksaan ini adalah toksoplasma, rubella dan campak. Deteksi dini terkait infeksi tersebut bisa mengurangi risiko penularan pada janin.

NIPT

Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi risiko kromosom janin yang tidak normal pada ibu hamil. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu hamil, yang mengandung fragmen DNA janin.

Melalui analisis DNA tersebut, tes NIPT dapat memberikan informasi tentang kemungkinan adanya kelainan kromosom. Tes NIPT sangat disarankan bagi ibu hamil, terutama bagi ibu yang hamil di usia 30 sampai 35 tahun.

Sambut kehadiran sang buah hati bersama Bumame! Dengan rangkaian tes NIPT by NIFTY™ dan tes TORCH , kamu dapat mengurangi risiko infeksi serta mendeteksi risiko kelainan kromosom pada janin sedini mungkin. Nikmati pula layanan konsultasi bersama dokter ahlinya sebelum pemeriksaan secara gratis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Journey Blog by Crimson Themes.